Learning By Doing Di SMK Umar Fatah Rembang

0
140

Rembang – Di tengah-tengah pelaksanaan Ujian Praktik Kejuruan (25-27 Februari 2016), SMK Umar Fatah Rembang menerapkan pembelajaran leraning by doing bagi siswa kelas XI. Kali ini SMK Umar Fatah Rembang menugaskan siswa kelas XI untuk membuat project yang sesuai dengan kompetensi masing-masing. Untuk jurusan RPL tugasnya membuat web pribadi. Untuk jurusan Multimedia, siswa ditugaskan untuk menawarkan produk yang telah dibuat, seperti gantungan kunci, pin, muk, kaos sablon, kaos lukis, jasa video shoting, maupun jasa desain grafis. Sedangkan untuk jurusan TKJ, siswa ditugaskan untuk menawarkan jasa, seperti servis komputer, layanan ISP mini, penawaran domain dan hosting, maupun instalasi LAN.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melatih siswa dalam berwirausaha. Seperti yang diungkapkan oleh Khairil Anwar selaku Kajur RPL, “Pembuatan project ini selain bertujuan untuk me-review kembali materi yang pernah dipelajari, juga bertujuan untuk memberikan bekal kepada seluruh siswa jika sudah lulus nanti. Saat mereka lulus saya harap, mereka tidak bingung untuk mencari pekerjaan karena mereka bisa menciptakan pekerjaan sendiri dengan kemampuan yang dimilikinya.”

Pemberian tugas ini ternyata ditanggapi positif oleh semua siswa. Mereka merasa senang karena tugas yang diberikan tidak bersifat teori tetapi mereka bisa mengaplikasikan langsung kemampuan yang ia miliki. Selain itu, mereka juga mendapatkan pengalaman dalam berwirausaha. “Saya senang karena selama tiga hari ini pembelajaran tidak dilakukan di dalam ruangan. Kami diberi kebebasan untuk mengeksplor kemampuan yang kami miliki. Selain itu, dengan tugas ini memberikan pengalaman yang baru untuk kami,” ujar Bagus Adi Saputro, kelas XI RPL 3.

Projek ini harus selesai sampai hari Sabtu (27/2), dan harus dilaporkan pada hari Senin (29/2) kepada Kajur masing-masing. Bagi siswa yang belum menyelesaikan project-nya akan menerima konsekuensi dari masing-masing Kajur. “Kalau sampai batas waktu yang telah ditentukan, siswa belum menyelesaikan project-nya, maka tidak menutup kemugkinan jika siswa tersebut akan diberikan tugas tambahan dan mendapatkan scoring pelanggaran tatatertib sekolah,” jelas Rochmat Solikhin selaku Kajur TKJ. Agus Lutfi