Mendikbud : Bukan Menanamkan Tetapi Menumbuhkan Budi Pekerti

0
133

Rembang – Pada tahun pelajaran 2015/2016 secara resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mencanangkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti melalui serangkaian kegiatan non kurikuler. Dengan dibuatnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya menumbuhkan budi pekerti anak-anak Indonesia melalui jalur pendidikan formal di sekolah.

Dikutip dari laman web resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud.go.id), Mendikbud Anis Baswedan menegaskan bahwa sekolah seharusnya mampu menumbuhkan budi pekerti pada siswa bukan lagi menanamkan budi pekerti. Menumbuhkan dan menanamkan, kata beliau, adalah dua kata yang memiliki makna berbeda.

“Menumbuhkan artinya kita menyiapkan satu lingkungan yang memungkinkan anak-anak kita tumbuh budi pekertinya, bukan dari luar ditancapkan dan ditanamkan,” kata beliau saat memberikan arahan pada pelaksanaan upacara bendera di SD Negeri 01 dan 06 Pagi Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Masih dari laman web resmi Kemdikbud, mendikbud menjelaskan bahwa hal pertama yang dilakukan untuk menumbuhkan budi pekerti pada siswa adalah diajarkan kemudian dibiasakan dan dilatih secara konsisten. Dari kebiasaan siswa tersebut kemudian terbentuk karakter dan selanjutnya menjadi budaya di sekolah.

Dengan dibuatnya Permendikbud baru ini Kepala SMK Umar Fatah Rembang, Moh. Nurrohman, S.Kom menjelaskan bahwa sebenarnya dari tahun ke tahun melalui program-program sekolah  sudah memulai budaya dalam menumbuhkan budi pekerti, tetapi dengan adanya permendikbud ini akan dijadikan sebagai pemacu motivasi untuk lebih bersemangat lagi.

Rasdadik, S.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan menerangkan secara singkat kegiatan siswa. Pagi ketika berangkat sekolah, siswa yang berangkat menggunakan angkutan umum wajib turun di gapura desa Punjulharjo untuk kemudian baris 2 berbanjar untuk berjalan sampai ke sekolah, siswa yang berangkat diantarkan oleh keluarga dan siswa yang membonceng siswa lainnya maka wajib turun di gapura atau turun di perempatan balaidesa Punjulharjo untuk kemudian juga baris 2 berbanjar berjalan sampai sekolah, sedangkan bagi yang siswa yang naik sepeda motor wajib turun di pintu masuk sekolah kemudian mendorong kendaraannya menuju tempat parkir.

Setelah sampai di pintu masuk sekolah, para siswa akan disambut oleh pengurus osis dan guru STP2K dengan senyum dan sapa sekaligus diperiksa kedisiplinan dalam berpakaian. Ketika bel berbunyi seluruh siswa wajib masuk kedalam kelas kemudian berdoa dan dilanjutkan tadarus alquran lalu setelahnya menyanyikan lagu nasional sebelum masuk pembelajaran jam pertama. Setelah jam terakhir, siswa menyanyikan lagu daerah dan dilanjutkan berdo’a kemudian pulang meninggalkan sekolah dilepas dengan senyum sapa dari OSIS dan guru dipintu keluar sekolah.

Rasdadik yang juga bertugas mengajar pelajaran matematika ini menambahkan bahwasanya di SMK Umar Fatah, siswa yang menggunakan kendaraan bermotor juga diwajibkan menerapkan safety riding dalam berkendara. Hal ini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap para siswanya saat berkendara.

Para guru menyadari untuk menumbuhkan budi pekerti luhur perlu kebiasaan dalam sehari-hari.